Apa Itu Respon lmun Spesifik Pada Tubuh Kita?

Pada respon imun spesifik, terdapat mekanisme memori yang artinya setiap patogen akan diingat berdasarkan antigennya. Ciri respon imun spesifik, yaitu merespon antigen yang spesifik, ada jeda waktu antara masuknya patogen hingga munculnya respon yang maksimal, dan terbentuk memori imunitas. 

Respon Imun Khusus (Spesifik) 

Pada respon imun khusus atau spesifik terdapat mekanisme memori, artinya setiap patogen diingat berdasarkan antigennya. Berbeda dengan respon kekebalan non spesifik dimana tidak terjadi mekanisme memori tetapi respon non spesifik dilakukan berulang dengan cara sama ketika mendeteksi patogen, misalnya saat banyak debu maka mata akan berkedip lebih banyak dan sedikit memicing. 

Ciri-ciri respon imun spesifik yaitu merespon antigen spesifik, terdapat jeda waktu antara masuknya patogen sampai munculnya respon yang maksimal, dan memori imun terbentuk. 

Apa Saja 2 Macam Sistem Imun Spesifik? 

Respon imun spesifik terbentuk karena kerjasama dua sistem imun spesifik, yaitu sistem imun spesifik humoral dan sistem imun spesifik seluler. Kedua sistem ini dijalankan oleh limfosit B yang terkait dengan respons humoral dan limfosit T yang terkait dengan respons seluler. 

Sistem kekebalan khusus humoral 

Sistem kekebalan spesifik humoral juga disebut kekebalan yang dimediasi oleh antibodi. Penyebutan ini disebabkan oleh respon imun yang terbentuk akibat aksi antibodi yang menyerang patogen. Antibodi dibentuk oleh sel plasma B dan pembentukannya dirangsang oleh adanya antigen. Apa Antigen itu? Antigen berasal dari kata antibody generator yang artinya molekul yang akan berikatan dengan antibodi tertentu. 

Proses pembentukan respon imun humoral tertentu (spesifik ) adalah sebagai berikut: 

  1. Sel B diaktifkan dengan adanya antigen spesifik yang mereka kenali. Aktivasi sel B dapat dipengaruhi oleh sel T atau juga tidak. 
  2. Sel B yang teraktivasi akan menelan antigen melalui endositosis. 
  3. Fragmen antigen mengikat protein membran plasma untuk membentuk antigen presenting cells (APCs) dengan molekul MHC-II pada permukaan sel. 
  4. Kompleks MHC-II dikenali oleh sel helperT yang mengeluarkan sitokin. 
  5. Sekresi sitokin mendorong pembelahan sel B dan pembentukan sel plasma B yang mengeluarkan antibodi. Satu sel B plasma dapat mengeluarkan 2000 molekul antibodi per detik. 
  6. Antibodi mengikat antigen untuk membentuk kompleks antigen-antibodi. 
  7. Sel B membentuk sel B memori yang akan mengingat antigen spesifik. 
Rangkaian respon diatas merupakan respon imun primer. Jika memori sel B telah menghafal antigen tertentu, jika terjadi infeksi lain maka respon imun akan berlangsung lebih cepat. Respon ini disebut respon imun sekunder. 
Pada respon imun spesifik, terdapat mekanisme memori yang artinya setiap patogen akan diingat berdasarkan antigennya. Ciri respon imun spesifik, yaitu merespon antigen yang spesifik, ada jeda waktu antara masuknya patogen hingga munculnya respon yang maksimal, dan terbentuk memori imunitas.   Respon Imun Khusus (Spesifik)  Pada respon imun khusus atau spesifik terdapat mekanisme memori, artinya setiap patogen diingat berdasarkan antigennya. Berbeda dengan respon kekebalan non spesifik dimana tidak terjadi mekanisme memori tetapi respon non spesifik dilakukan berulang dengan cara sama ketika mendeteksi patogen, misalnya saat banyak debu maka mata akan berkedip lebih banyak dan sedikit memicing.   Ciri-ciri respon imun spesifik yaitu merespon antigen spesifik, terdapat jeda waktu antara masuknya patogen sampai munculnya respon yang maksimal, dan memori imun terbentuk.   Apa Saja 2 Macam Sistem Imun Spesifik?  Respon imun spesifik terbentuk karena kerjasama dua sistem imun spesifik, yaitu sistem imun spesifik humoral dan sistem imun spesifik seluler. Kedua sistem ini dijalankan oleh limfosit B yang terkait dengan respons humoral dan limfosit T yang terkait dengan respons seluler.   Sistem kekebalan khusus humoral  Sistem kekebalan spesifik humoral juga disebut kekebalan yang dimediasi oleh antibodi. Penyebutan ini disebabkan oleh respon imun yang terbentuk akibat aksi antibodi yang menyerang patogen. Antibodi dibentuk oleh sel plasma B dan pembentukannya dirangsang oleh adanya antigen. Apa Antigen itu? Antigen berasal dari kata antibody generator yang artinya molekul yang akan berikatan dengan antibodi tertentu.   Proses pembentukan respon imun humoral tertentu (spesifik ) adalah sebagai berikut:  Sel B diaktifkan dengan adanya antigen spesifik yang mereka kenali. Aktivasi sel B dapat dipengaruhi oleh sel T atau juga tidak.  Sel B yang teraktivasi akan menelan antigen melalui endositosis.  Fragmen antigen mengikat protein membran plasma untuk membentuk antigen presenting cells (APCs) dengan molekul MHC-II pada permukaan sel.  Kompleks MHC-II dikenali oleh sel helperT yang mengeluarkan sitokin.  Sekresi sitokin mendorong pembelahan sel B dan pembentukan sel plasma B yang mengeluarkan antibodi. Satu sel B plasma dapat mengeluarkan 2000 molekul antibodi per detik.  Antibodi mengikat antigen untuk membentuk kompleks antigen-antibodi.  Sel B membentuk sel B memori yang akan mengingat antigen spesifik.  Rangkaian respon diatas merupakan respon imun primer. Jika memori sel B telah menghafal antigen tertentu, jika terjadi infeksi lain maka respon imun akan berlangsung lebih cepat. Respon ini disebut respon imun sekunder.   Sistem kekebalan spesifik (khusus) seluler  Dalam sistem kekebalan spesifik, sel T terlibat dalam menghancurkan patogen. Sel T juga menggambarkan antigen spesifik pada permukaan sel yang terinfeksi. Respons spesifik sel melindungi tubuh dengan:  mengaktifkan sel T spesifik antigen yang dapat menghancurkan sel patogen atau sel tumor,  mengaktifkan makrofag dan sel NK untuk menghancurkan patogen, dan  merangsang sel untuk mengeluarkan sitokin yang mempengaruhi pembentukan respon humoral dan non-spesifik tertentu.  Sel T dapat dibedakan menjadi sel T efektor dan sel T memori. Sel T memori dapat mengingat antigen tertentu, sudah tua, dan berpartisipasi dalam respons sekunder.   Sel T efektor dapat dibedakan menjadi sel T pembantu (helper T cells) dan sel T pembunuh (killer T cells). Sel T pembantu akan berinteraksi dengan kompleks antigen MCH II dan mensekresi sitokin.   Sekresi sitokin dapat mengaktifkan sel T dan sel B lainnya untuk menghasilkan antibodi. Sel T pembantu juga mengaktifkan makrofag untuk segera mempersiapkan patogen fagosit atau puing-puing sel. Sel T pembunuh disebut juga sel T sitotoksik dengan konsep kompleks antigen MCH-1 dan akan terus membelah karena pengaruh sekresi interleukin-2 oleh sel T pembantu. Pihak perusak akan menghancurkan sel patogen atau sel tumor dengan cara melubangi lawan. (Red: Riki)


Sistem kekebalan spesifik (khusus) seluler 

Dalam sistem kekebalan spesifik, sel T terlibat dalam menghancurkan patogen. Sel T juga menggambarkan antigen spesifik pada permukaan sel yang terinfeksi. Respons spesifik sel melindungi tubuh dengan: 
  • mengaktifkan sel T spesifik antigen yang dapat menghancurkan sel patogen atau sel tumor, 
  • mengaktifkan makrofag dan sel NK untuk menghancurkan patogen, dan 
  • merangsang sel untuk mengeluarkan sitokin yang mempengaruhi pembentukan respon humoral dan non-spesifik tertentu. 
Sel T dapat dibedakan menjadi sel T efektor dan sel T memori. Sel T memori dapat mengingat antigen tertentu, sudah tua, dan berpartisipasi dalam respons sekunder. 

Sel T efektor dapat dibedakan menjadi sel T pembantu (helper T cells) dan sel T pembunuh (killer T cells). Sel T pembantu akan berinteraksi dengan kompleks antigen MCH II dan mensekresi sitokin. 

Sekresi sitokin dapat mengaktifkan sel T dan sel B lainnya untuk menghasilkan antibodi. Sel T pembantu juga mengaktifkan makrofag untuk segera mempersiapkan patogen fagosit atau puing-puing sel. Sel T pembunuh disebut juga sel T sitotoksik dengan konsep kompleks antigen MCH-1 dan akan terus membelah karena pengaruh sekresi interleukin-2 oleh sel T pembantu. Pihak perusak akan menghancurkan sel patogen atau sel tumor dengan cara melubangi lawan. (Red: Riki-plengdut.com)

Komentar